Thursday, September 21, 2017

VISIT NATIONAL GALLERY MUSEUM FOR FREE

0



Hi friends ??? Any plan for weekend ???
If you are too lazy to spend your weekend traveling out of city, maybe this can be your option. Spending your weekend in city is not that boring. There are a lot of fun places to be visited. One of my favorite place for weekend is to visit museum. In Jakarta, we have so many museums that worth it to be visited. One of them is National Gallery, the museum is one of art museum in Jakarta that provide art exhibition.
                       
The art that is exhibited in the museum such as ; painting, contemporary art, carving, mural etc. This museum is opened for public and free. It's located in front of Gambir Station in Central Jakarta. Sometimes it has different theme of art exhibition, but they have permanent collection that always be there whatever the season. When I visited the museum, they held Art Clay exhibition.


This colorful ceramics will start playing melody 
when you pushed the botton. It was so unique.

Absurd creatures with its skateboard.

This all buttons was made from clay.

The shelf and all bottles, remind me when I was in laboratory..haha
All bottles contained specimens from many type  of clay, some of it is edible.
I tried one that looks like a bread, actually they already cooked it as bread.
The taste was not bad, It was like I'm eating sand.




Permanent Exhibition of National Gallery of Indonesia was opened since 7 October 2015 until now. The exhibition displays 109 permanent collection that becomes state collection. 


Most of it is the work of famous maestros and artists, such as Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Eddie Hara, Heri Dono, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, Anusapati, Mella Jaarsma, dan karya perupa internasional antara lain Victor Vasarely, Wassily Kandinsky, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Hartung, dan Sonia Delaunay. The arts that display are Indonesia modern art, international, the New Art movement, Indonesian Contemporary Art.






Need precision and art to make this oblique statue.



How to get there :


- Commuter line ---> stop at Gondangdia station, then walk or use ojek, to get 
  National Gallery   Museum.
- Busway, stop at Gambir shelter, the museum is across the shelter. 


What's on Museum ? 
Fixed Exhibition :
Tuesday - Sunday at 09.00 until 16.00 WIB (Monday and National holiday closed)
Entry Ticket : Free

Temporary Exhibition:
Everyday at 10.00 until 19.00 WIB (National holiday closed)
Entry Ticket : Free

Thursday, August 24, 2017

JOURNEY TO MUI NE (PART OF VIETNAM)

0


Hai guuyss...
Gw mau lanjutin cerita perjalanan trip gw di Vietnam. Setelah puas keliling dan explore Ho Chi Minh City, kami melanjutkan perjalanan ke Mui Ne esok harinya. Untuk ke Mui Ne, gw dan temen2 naik sleeper bus yang berangkat pagi hari dari Pham Ngu Lao..the ticket price was about 150.000 VND. Jadi saat masuk ke bis kita harus melepas alas kaki..karena emang di dalem bis nya itu bersih dan setiap orang langsung masuk ke ranjang tempat tidur masing-masing..haha..ranjang? jadi ini kursi bisa dijadiin tempat duduk sekaligus kasur.. Menurut gw nyaman sih..lumayan untuk perjalanan jauh selama 6-7 jam, bisa selonjoran....hihi



Sebelumnya gw juga pernah naik transportasi yang sleeper-sleeper gini, dulu gw naik sleeper train di Malaysia, beda nya kalo sleeper train emang di set jadi tempat tidur (bunk bed) gitu, biasanya sleeper train emang dikhususkan untuk perjalanan malam hari, jadi penumpang bisa tidur dengan nyenyak.


Selama perjalanan sleeper bis ke Mui Ne ini ada cerita konyol lagi nih..jadi si kondektur bis yang engkoh-engkoh ini baik banget sama kita..
Entah karena apa, kita gak tau? mungkin karena kita berhijab (Yeaahh..we looked different here), mereka gak pernah liat yang kayak gini kali yaa..haha
Kita sih seneng aja dibaikin orang, tapi lama-lama serem juga..karena si doi rada ganjen..hahaha
Buat narik kursi biar jadi "seat" aja, dia tiba-tiba dateng bantuin, terus pas gw lagi makan sama temen-temen gw dia dateng ngasih plastik dan ngeberesin sampahnya, padahal mah mau gw beresin sendiri...trus dikasih tisu basah..dengan gayanya yang genit mau bantu nge-lap-in pake tuh tisu..lol..
I said " No, No..Thank you"..hahaha
*gw gak tau yaa becandanya orang Vietnam itu emang gitu apa enggak..mungkin aja dia becanda..tapi di kira kita genit..haha
Tapi ni bapak-bapak baik kok, walaupun kita komunikasi pake bahasa isyarat..because he didn't understand English. Oiyaa, dari blog yang gw baca, seharusnya pas di bis si kondektur minta alamat penginapan kita di Mui Ne, karena mereka akan nurunin kita di depan penginepan..Tapi kok, dari pas berangkat sampe berjam-jam di jalan gak ditanya-tanya ya??



Setelah 6 jam perjalanan, sampailah kita di Mui Ne. Ternyata oh ternyata kita diturunin di Mui Ne, yang gak tau disebelah mananya, tapi emang udah komplek tempat wisatanya. Udah tercium bau laut sodara-sodara. Supir taksi dan van pun rame mengelilingi bis kita..gw dan temen-temen bingung mau ke arah mana., hey...This was our first time to be here!
Nah ada satu orang bapak-bapak supir van yang nanya alamat resort kita dimana, dia bilang itu sekitar 2 km dari sini..hhmm..lumayan juga yaa..
Tapi sewa mobil juga mahal..eh gak tau pastinya berapa sih..tapi dari awal kita udah "No" buat naik taksi..emang kere..haha

Berbekal label backpacker sejati dan petualang..ttsaahh..kita pun memutuskan buat jalan kaki..karena pas kita liat hampir di setiap bangunan ada nomernya, rapih juga sistem pemukiman di Vietnam ini..jadi lebih gampang buat nyari nomer resort kita..sambil tanya-tanya petugas hotel di sepanjang jalan Mui Ne.

Jadi, Mui Ne ini mirip kayak Bali, ada pantai dan resort di sepanjang jalan utamanya...lumayan juga ya jalan kaki ditengah terik matahari gini..dan gak nyampe-nyampe ternyata.
Sewaktu kita jalan, tiba-tiba supir van yang tadi nawarin buat nganter lewat..dan berhenti, kita bilang "No..No.." *backpacker ngeyel..padahal mah capek jalan...hahaha
Si bapak-bapak driver van pun turun dan bilang "Free..Free"...gw ma temen-temen gw saling menoleh, liat-liatan..dalam hati bener gak yaa ini..takut scam... Tapi liat muka bapaknya sih orang baik..yaudah lah kita naik..di dalem van kita ketemu bule cewek yang tadi satu bisa sama kita.. Ternyata lumayan jaauh cooy..resort nya..akhirnya van berhenti di depan Rang Garden Resort...sampe juga dan gw masih "amaze" atas kebaikan hati bapak ini..
Thanks a lot for your free driving Mr?? *Vietnam diluar ekspetasi man! Many people are friendly and so kind here.


Rang Garden Resort...akhirnya berasa liburan beneran..lumayan dapet resort murah dari A***A..sampai di resepsionis langsung check-in dan sekalian sewa jeep untuk sunset tour..harga sewa satu jeep 24 dolar dan muat untuk 3 orang penumpang..pas deh...langsung cus ganti baju yang lumayan oke buat ootd..Nyatanya mah pake baju seadanya, secara bacpacker cuman bermodalkan kabin..yang artinya bawaan lo gak boleh lebih dari 7 kg..ahahha


Ini dia beberapa spot yang wajib, kudu, musti lo datengin kalau berkunjung ke Mui Ne :

1. Fairy Stream
Dari namanya aja sudah jelas ya kalo wisata disini adalah stream = aliran = sungai. Jadi wisatawan mengikuti aliran sungai dengan pemandangan kanan kirinya berupa bukit pasir dan karst atau batuan kapur, yang bentuknya magis, karena terpahat secara alami oleh aliran air sungai. As you know, when you entered the stream no shoes or slipper, tourist must take them off. Jadi berasa banget lembutnya pasir di sepanjang aliran ini. Tenang sungai nya bersih dan bebas sampah kok!



But, hati-hati tour guide gadungan !
Kena scam juga akhirnya..can you spot this boy? This is scammer, dia nodong duit setelah nganter kita keliling fairy stream, itupun dengan buru-buru dan gayanya yang sok ramah, kita kira dia guide resmi yang emang sepaket dengan jeep yang kita sewa dari penginapa, taunya guide gadungan.

2. Fishing Village
Mostly people in this village are fisherman..pantainya sih not that pretty, but the unique is their boat. Can you spot that boats that look like bowl??? 

3. White Sand Dunes

This is our favorite place..bayangin donk kita rela berjalan diantara butiran pasir dengan matahari yang terik, demi nikmatin rasanya padang pasir kayak apa..walaupun berat juga jalan di pasir, but worth it to try..Now, I have no idea, how can we have that power to walk in sand..lol...
#bts failed we-fie

Did I look like cowboy girl???


Sekseeh friend of mine *ike


Super kind jeep driver, peace !!!


4. Red Sand Dunes
Padang pasir dengan pasirnya yang berwarna merah..it's unique...Unfortunately, It was too dark when we arrived here. But I enjoyed that moment.


Saturday, July 8, 2017

WEEKEND TRIP IN CIREBON

0

"Looking for fun on place near you"


Hi guys, already have plan to spend your weekend?
Wanna visit other city, but no that far and without traffic?
*It sounds just like an advertisement..lol..hahaaha

Before the holy month of Ramadan I spent my weekend by visiting Cirebon city. Cirebon is located on West Java Province,  more to the north of Java island. It's about 4 hours by train from Jakarta. There are many alternatives transportation that you can use, if you want to visit Cirebon. You can go by bus, car, or train. But, I prefer you to go by train, if you only want to visit it in the weekend. The train ticket is not too expensive the rate is about 50k to 100k IDR for economic class. You can start on Friday night after office hours and arrive at Cirebon at midnight, so you have one day full on Saturday and half day on Sunday to explore Cirebon. You can go back to Jakarta by using afternoon or night train on Sunday.
Honestly, I didn't visit many places on Cirebon, because I attended my friend wedding on Saturday (about half day on Wedding party..lol). So, I only visited two places in Cirebon, but they were quite attracting place that must be visited, when you are in Cirebon. Check this out!

  • Gua Sunyaragi (Sunyaragi Cave)
         
This cave is located in Kelurahan Sunyaragi, Kesambi, Cirebon. The name "Sunyaragi" was   came from words "Sunya" which means quite and "Ragi" which means soul. From the guide information, long time ago this cave was used for royal family meditation, especially for the king and his soldier to improve their power.
Gua Sunyaragi is devided into two part, "pesanggrahan" and "cave main building". Pesanggrahan was build just like home, complete with bedroom and praying room. The cave has underground that connecting tunnel and waterways. Gua Sunyaragi was build using coral stone and awan.
Oase in the side of the cave ruins..so peaceful..perfect place for meditation... :)


Gua Sunyaragi has many small caves that have different names and purposes. They are , gua pengawal, gua mande kemasan, gua pandekemasang, gua langse, gua peteng, gua arga jumud, and etc.



  • Keraton Kasepuhan Cirebon
 
Keraton is a palace where royal family or sultan and his family life. Keraton Kasepuhan is the biggest and most well preserved palace in Cirebon. Long time ago this palace was islam empire where the founder of Cirebon reign, this is where the central government of Cirebon Sultanate stands.
 Inside keraton you can see the main building as house of sultane, there are pedopo, bed room, family room, and the throne of the king. This keratin also has museum, such as : heirlooms and painting the king's collection.


 


My tired face, when have to travel with big backpack and other things...hahaha 


Transportation :
You can use local public transportation , minibus, becak, or ojek
But, if we use public transportation, it will take more time, because some places are far from the city. So, in this vacation, me and my friend used "Bhinneka", it is online taxi with low cost price. It so simple to use it, just go to "Play Store" then install the apps. Sign up the application then taraaaa...you can directly use it. For further information chek this link.

Friday, March 24, 2017

MY DAY IN HO CHI MINH CITY, VIETNAM

0


Ho Chi Min City, Vietnam, kota diluar Indonesia pertama yg gw datengin di tahun 2017. Trip ini sebenarnya ungkapaan dari pencariaan dan rasa keingintahuan gw tentang kehidupan manusia di negara lain...*tsaaahh... Berbekal informasi dari baca-baca blog, buku, dan googling di Internet, gw ngajak temen2 cewek gwyang bisa di ajak hidup susah untuk travelling ke negara komunis ini..haha...Sebenarnya Ho Chi Minh City ini adalah kota pertama yang kita singgahi dari rangkain trip 3 negara kita di dataran Indocina (Vietnam --> Kamboja --> Thailand). Rencana backpacker ke 3 negara ini udah diniatin, dimatengin, digodok, dari tahun 2016 akhir..hahaa..Soalnya gw traveling gak pake agen tur, jadi butuh waktu yang agak panjang buat bikin itinerary / bucket list dari tempat wisata yang akan kita kunjungi. Belum lagi harus survey dan nyari penginapan murah, yang sebenarnya cuman dipake buat numpang tidur doank..haha..
Penerbangan kali ini disponsori oleh maskapai Air A*** , kebetulan dapet tiket promo, tapi yaa menurut gw harganya sih gak murah-murah amat, perbedaan harganya gak terlalu significant dengan harga normalnya..tapi it's better laah..


Untuk mencapai Ho Chi Minh City, gw dan 2 orang temen cewek gw (Timeh + Ike), harus transit dulu di Kuala Lumpur, KLIA2 airport. Kita baru take off dari KLIA2 airport sekitar jam setengah 7 malam. Jadi sampai Ho Chi Minh City, sekitar jam setengah 9an malam. At first, agak ngeri juga sampai di Ho Chi Minh malam hari, soalnya dari hasil googling, banyak yang bilang kalo di Vietnam ini banyak scam alias penipuan apalagi buat turis-turis. Nah, walaupun kita sama-sama Asia, kita gak bisa nih mekamuflasekan (*apa coba) muke kita kayak mereka. Kalo di Malaysia atau Brunei masih bisa laah yaa, tipe wajah masyarakatnya masih kayak orang Indonesia..Lhaa , tapi kalau di Vietnam sini, mereka Chinesse boo, yang kulitnya putih mulus-mulus dengan mata sipitnya yang unyu..gimana mau kamuflase gw? hahaa...Secara gw ma temen gw pake hijab *itu udah mencolok banget...dan temen gw yang atu lagi dari timur..baah udah beda banget..lol..Jadi, ketauan banget kalo kita turis. Nah, ceritanya sebelum boarding (masih di KLIA2 airport) gw dan temen gw agak was-was nih, karena sampai Ho Chi Minh City malem dan baru pertama banget kesana. Apalagi setelah ngobrol dengan bapak-bapak (orang Johor) di pesawat, kalau kita mesti hati-hati di Vietnam, apalagi cewek, kalo bisa mah punya "pepper spray" buat bela diri. Muter-muter di KLIA2 Airport nyari pepper spray gak nemu-nemu.
Setelah mikir ini-itu, itu-ini..*cewek emang suka mikir....untuk jaga-jaga kalo terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di Ho Chi Minh, dan biar kita ada cadangan uang,
finally, we decided to put our money in separated places..dan kalian tahu dimana kita naruh sebagian uang kita???hahaha
Pengen ketawa kalo diinget-inget, kita naro dollar dan bath kita di sepatu..zzz..*gak papa lah yaa..yang penting aman..*akurapopo


Finally, sampailah kita di Tan Son Nhat Airport, bandara nya Ho Chi Minh City, Vietnam. Kalo menurut gw, Tan Son Nhat Airport ini jauh lebih kecil dibandingkan bandara kita Soekarna-Hatta, ntuk kelas bandara internasional, hhmm...penampakan bandaranya biasa aja. Dari bandara untuk menuju ke pusat kota, kita bisa naik taksi. Di Ho Chi Minh City ini mereka punya beberapa merk taksi yang trusted dan recommended, seperti "Vinasun" dan "Mailinh" taksi.. yaa kalo di Indo, mungkin taksi ini kayak "Blue Bird" gitu deh. Kita memutuskan untuk naik taksi "Vinasun" ke pusat kota, jangan lupa sebelum naik, pastikan kalo argo/meteringnya udah nyala.

Kita emang nyari penginapan di daerah Pham Ngu Lao, daerah ini tempatnya turis dan backpacker pada nginep, jadi wajar kalo sampai malem pun disini masih rame banget. Di daerah ini banyak hotel, hostel, dan travel agent berjejer disepanjang jalan.
Ada cerita lucu pas taksi udah berhenti di area Pham Ngu Lao ini, jadi si supir taksi ini gak bisa dan gak ngerti bahasa inggris, Si bapak supir ini nurunin kita dipinggir jalan, kita bingung, tengok kanan-kiri liat sepanjang jalan gak ada nama hostel yang udah kita booked. Terus kita tanya "where is the hostel?", si bapak ini nunjuk2 ke arah gang di seberang jalan, ooh ternyata hostel nya masuk gang..baiklah..
Kita pun jalan ke arah gang itu, sampe di depan gang tiba-tiba ada bapak-bapak dengan ikat kepala putih ngusir kita dengan bahasa Vietnam yang gw dan temen2 gw gak ngerti dia ngomong apa, intinya gak boleh lewat situ..*tepok jidat..
Akhirnya kita tanya-tanya ke orang dipinggir jalan, ada alterntif jalan lain apa enggak..alhasil dioper kesana-kesini karena ternyata banyak orang Vietnam yang gak bisa English..sampai akhirnya kita ketemu sama bapak-bapak ramah tukang parkir yang Englishnya lumayan..dan bener aja nih si bapak nunjuk ke gang yang awal tadi kita datengin, dia bilang alamatnya di gang itu...baliik laagi laah ke gang itu..lagi-lagi kita diusir gak boleh lewat situ...*hahaha ngakak gw kalo inget kejadian itu...
Balik lagi ke bapak tukang parkir yg baik itu..kita jelasin kalo kita gak bisa leawat sana *entah lagi ada upacara apa di gang itu..jadi kita nanya apa ada jalan alternatif lain..tapi sayangnya dia gak ngerti maksud kita..*blank blank...hahaha..
Si bapak ini tetep bilang jalannya disana, kita bingung mau nyampein gmna lagi..haha..dia gak ngerti bahasa kita..*baru kali ini gw berasa dari planet lain..hiikss...
Akhirnya setelah bolak - balik gak jelaas..datenglah ibu ma anak dan ngomong pake bahasa Vietnam ke bapak tukang parkir itu..*kayaknya si ibu itu bilang
"mereka gak bisa lewat gak sana, kasih tau jalan lain"...hahaha barulaah dia ngeh maksud kita..
Kita dikasih tau gang alternatif buat nyampe alamat hostel kita..hahaha..thanks to Mom and her children yang udah bantu kita..Alhamdulillah...


Besoknya paginya, kita udah siap untuk explore Ho Chi Minh, dengan berbekal peta dan itinerary yang udah gw bikin sebelumnya..*klik disini


Independence Palace
Bangunan ini adalah istana negara, tempat kediaman Presiden Saigon jaman dulu, sekarang bangunan ini udah jadi museum dan terbuka untuk umum. Tapi, untuk berkunjung ke istana ini gak gratis ya guys..You have to pay 40K VND (Vietnam Dong). Di dalam istana ini banyak banget ruang - ruang rapat dari yang kecil sampe yang gede, ada ruang pertunjukan juga, dan kamar pribadi Presiden beserta keluarganya.





Saigon Notre-Dame Basilica
Gereja tua terletak berseberangan dengan Saigon Central Post Office. Gereja ini adalah bangunan peninggalan kolonial Perancis yang dibangun sekitar abad ke-19 akhir. Katedral ini vintage banget, dengan susunan bata merah nya..Nah, didepan katedral berdiri sebuah patung replika Bunda Maria.

Saigon Central Post Office
This big yellow building is Saigon Central Post Office. Kantor pos ini dibangun saat Vietnam masih menjadi bagian French Indochina, dibangun antara tahun 1886-1891. Sekarang bangunan ini menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di Ho Chi Minh. Kantor pos ini masih aktif, walaupun sekaligus jadi tempat wisata dan rame banget..buat kalian yang suka ngirim "post-card", bisa banget ngirim dari sini.

Foto Presiden Vietnam : "Ho Chi Minh"

Mesjid Musulman Saigon
Untuk teman-teman muslim yang berkunjung ke Ho Chi Minh, jangan lupa mengunjungi sekaligus beribadah di Mesjid Musulman ini. Berdiri diantara gedung-gedung tinggi, mesjid ini jadi oase tersendiri buat gw, selalu ada rasa semangat dan excited setiap kali nemu mesjid di negara yang agama islamnya minoritas. Disekitaran mesjid, juga banyak restoran halal food..sebenarnya ke mesjid ini juga mau sekalian makan, maklum nyari makanan halal di Vietnam itu susah. Tapi siapin kantong yang tebel yaa..hahaa, soalnya makanan halal di Vietnam itu mahal guuys..*reviewnya tunggu di blog selanjutnya!


War Remnants Museum
Sebenarnya gw agak ngeri kalo berkunjung ke museum-museum perang kayak gini..gak tahan sama kengerian dan kekejaman manusia yang entah kok bisa setega itu, nyiksa, bunuh sesama manusia..hhmm, ambisi dan kekuasaan hanya meninggalkan keterpurukan dan kesedihan berkepanjangan..tsaahh...balik ke topik..hehehe
Jadi, museum ini adalah museum yang dibuat untuk mengenang dan mengabadikan kekejaman saat perang Vietnam. Selama perang Vietnam tahun 1957-1975 silam, militer AS menyemprotkan 80 juta liter cairan Agent Orange dengan menggunakan pesawat di wilayah Selatan Vietnam. Cairan kimia ini berdampak buruk bagi manusia, sebagian besar menderita kelainan genetik...*lebih lengkapnya googling aja ya guuys..




Bitexco Financial Tower
The highest no.5 building in the world. Desain bangunannya dibuat seperti bunga tulip yang notabene lambang negara Vietnam. Kalo ke Ho Chi Minh, kalian harus kesini, walau harga tiket masuk ke Sky Deck nya lumayan mahal, yaitu 200k VND..sumpah pemandangannya indah banget. Kalian bisa liat Ho Chi Minh City dan sekitarnya dari atas, saran gw kalo kesini pas sunset dan nunggu agak malem biar bisa liat kelap-kelip lampu kota yang kayak bintang.




 
Can you spot Ben Thanh Market guys?
Ben Thanh Market
Ini adalah pasar yang terkenal di Ho Chi Minh, pasar tradisional terbesar di pusat kota, Distrik 1. Di pasar ini kalian bisa nemuin kerajinan tangan khas vietnam, souvenir, makanan khas Vietnam, tekstil, dan Ao Dai. Ao Dai adalah baju tradisional khas Vietnam.

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com