Jumat, 15 April 2016

Eksotisme Baduy Part 2

0

    Baduy dalam terdiri dari tiga kampung, yaitu Kampung Cibeo, kampung Cikesik dan kampung Cikertawana yang masing-masing dipimpin oleh Pu'un.
Suku baduy hidup dalam kesahajaan dan kesederhanaan, pakaian yang mereka kenakan pun jauh dari unsur kemewahan, hanya terdiri dari dua jenis warna yaitu hitam dan putih. Suku baduy dalam identik memakai baju putih sedangkan suku baduy luar dominan dengan pakaian serba hitam. Tapi saat saya bertanya pada porter kami (Aa Jali namanya, Ps: sebenarnya ini porternya Timeh sih, tpi selalu nemenin kita..hahaha), kata beliau suku baduy luar dan dalam tidak selalu dibedakan karena pakaiannya. Menurut Aa Jali, suku baduy dalam juga punya baju berwarna hitam, sesekali dia gunakan untuk pakaian ganti. Nah, ada hal lain lagi yang membedakan suku baduy luar dengan suku baduy dalam..yaitu ikat kepalanya..suku baduy dalam memakai ikat kepala serba putih sedangkan suku baduy luar memakai ikat kepala berwarna biru.

Nah ini dia salah-satu anak baduy yang ikut menemani perjalanan kami..eksotis yaa...

     Perjalanan menuju suku baduy dalam membutuhkan waktu kurang lebih 3 - 4 jam dengan berjalan kaki (Ps: secara gak ada Elf lagi disini guys..lol). Sayangnya saat kami tiba di pintu masuk desa baduy dalam, kegiatan dokumentasi dilarang, kami tidak boleh mengaktifkan alat-alat elektronik apapun, jadi keindahan rumah adat dan lingkungan pemukiman baduy dalam tidak bisa direkam deh...(rekam dimemori aja kali ya ~ ~ ~)

  Suku baduy berkomunikasi dengan Bahasa Sunda dialek Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang baduy atau Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja (Alam Budaya 2010). Tapi, saat kami menginap di salah satu rumah di suku baduy dalam, ibu dan nenek pemilik rumah tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, mungkin karena mereka jarang keluar dari hutan dan berinteraksi dengan orang luar.

   Saya akan menceritakan sedikit aktivitas di dalam kampung baduy. Saya dan teman-teman tiba saat menjelang magrib, walaupun sudah ada rombongan yang sampai lebih awal, bahkan masih ada beberapa yang tertinggal jauh dibelakang kami. Rumah - rumah baduy dalam tampak sama satu sama lain, desainnya sama tersusun dari bambu. Disekitar kampung mengalir sungai-sungai kecil yang digunakan untuk memasak dan mandi karena memang sungainya masih jernih dan bebas sampah, sangat berbeda dengan sungai-sungai yang ada di Jakarta (Ps: buat kalian yang akan kesini, jangan buang sampah sembarangan ya!). Perkampungan terasa tenang, hanya terdengar suara hewan-hewan dan orang bercakap-cakap, segala jenis alat elektronik dilarang disini jadi wajar kalau tidak ada suara bising dari hp, tv atau radio. Well..it was so peace. Badan sudah sangat lengket karena keringat, kami memutuskan untuk mandi, alat-alat mandi berbahan kimia, seperti sabun, sampo, pasta gigi dilarang untuk digunakan disini (Ps: so please, if you visit this please obey the rule guys!). Ada pemandian kecil di luar desa, untuk kesana kita harus menyeberangi sungai kecil, tidak terlalu jauh sih, tapi harus ekstra hati-hati karena jalanan yang licin dan pencahayaan sangat minim disana, tidak ada listrik mas bro..! Seharusnya malam itu kami bisa bertemu dengan Jaro (istilah pemimpin Adat Baduy) untuk mengenal lebih jauh tentang suku Kanekes ini, tapi sayang karena suatu hal kami tidak bisa menemui Jaro. Tenang, kan masih ada tuan rumah yang asli warga setempat, jadi bisa ditanya-tanya. Malam itu, terasa sangat cepat, mungkin karena sangat antusias dan badan juga sudah terasa lelah ya..sedangkan, besok pagi-pagi sekali kami sudah harus melanjutkan perjalana pulang. Ya ampun..ngebayangin jalan awal tadi aja rasanya enggan buat pulang..naik-turun sekitar 5 bukit mah kayaknya ada....huaaaa...emaaakk..help me!

   Pagi telah tiba, disambut embun pagi dan hawa dingin..perjalanan pulang kami akan melalui rute yang berbeda. Yap..dan blum apa-apa sudah disambut tanjakan yang hampir 90 derajat...OMG..
Tapi tetap semangaat..karena alam pasti akan menyuguhkan keindahan yang berbeda di jalur ini..eeeaaaa....positive thinking!

Tapi memang treknya aajiib..lihat lah kaki ini yang bergulat dengan lumpur..tak jarang saya dan teman-teman  jatuh terpeleset...hhmm...gak karu-karuan deh..ahahha..
Sandal putus dan kaki penuh lumpur (^0^) 

Istirahat dulu yaa...

  Ini dia yang ditunggu-tunggu, jembatan akar yang unik dan etnik banget menurut saya..kenapa dinamakan jembatan akar?..karena jembatan ini dibuat  dari akar-akar pohon besar di tepi sungai dan seberang sungai..agak ngeri juga sih saat naik ke jembatan ini..karena sungai nya cukup lebar dan ketinggiannya lumayan. Tapi, worth it to try!

Nah, selain jembatan akar kita juga akan disuguhi beberapa aliran sungai yang masih alami...

Dsini jembatan memiliki fungsi sangat penting sebagai penghubung antar desa..

Oke..itulah sedikit cerita tentang pengalaman saya berkunjung ke Suku Baduy..Hope you enjoy it!


Jangan lupa untuk mencoba wisata budaya dan alam ya guys..!!! Sekedar untuk menghilangkan penat buat yang udah kelamaan tinggal di kota dan untuk belajar tentang keharmonisan alam dengan manusia... 


Selasa, 12 April 2016

Eksotisme Baduy Part 1

2

Baduy..budaya etnik yang eksotis..konektivitas dan keseimbangan alam dengan manusia...
Selamat datang di Ciboleger
 (Pintu masuk menuju perkampungan Suku Baduy)

Mungkin banyak yang sudah tahu atau mendengar kata 'Baduy'..But have you visit them, guys??
Baduy adalah suku di daerah Banten, yang masih memegang teguh adat sunda wiwitan dan tinggal di dalam hutan. Suku baduy, hidup berdampingan dengan alam, mereka sangat menjaga alam mereka, karena mereka sadar dari alam lah mereka bisa mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dan sumber kehidupan lain, seperti air. Baduy di bagi menjadi 2, baduy dalam dan baduy luar. Baduy luar sudah bisa beradaptasi dan terbuka dengan perkembangan jaman, sedangkan baduy dalam masih tertutup dan sangat memegang adat istiadat. Itulah, sisi menariknya, kearifan lokal menyimapn eksotisme sendiri untuk dipelajari dan dilihat.

Perjalanan menuju baduy bermula saat saya diajak oleh teman (tahun 2014). Kami mengira ini serupa dengan  tur biasa seperti ke kampung budaya...hhhmmm tidak disangka perjalanannya menjadi begitu menantang..ahahahaha
It was another challenge !!!

Keberangkatan

Naik Elf yang supirnya kayak pembalap...
(Ps : sport jantung mak!)


Bertemu akang-akang Baduy

Akang-akang baduy sudah berkumpul menyabut rombongan kami..
(Ps : mana karpet merah..mana..?)


Perjalanan dimulai ~ ~ ~
Kami mengunjungi desa suku baduy saat musim hujan..jadi medan yang dilalui agak licin dan berlumpur..biasanya anak-anak kecil dari saku baduy sudah siap sedia menjual tongkat kayu untuk membantu perjalanan pengunjung. Selain itu, beberapa akang-akang baduy juga siap menjadi porter kalau kamu udah gak sanggup bawa gembolan a.k.a tas, ransel, keril..hhmmm bahkan bawa diri kali ya...eaaaa...Kalau kamu menggunakan porter dari suku baduy dijamin deh, gak cuman barang=barang kamu aja guys yang dijagai dan dibawain, tapi kamu juga bakal aman banget, karena mereka akan membantu kamu untuk  melewati jalan-jalan ekstrim.

Just info : kalau teman-teman ingin berkunjung ke suku baduy, sangat disarankan untuk meminta bantuan warga baduy luar atau dalam sebagai guide, karena trek ke baduy dalam sangat rumit dan panjang..antisipasi biar gak kesasar ya...kalau kalian gak pakai guide lokal belum tentu bisa ketemu desa baduy dalamnya.


Baduy Luar

Nah..kita sudah mulai memasuki perkampungan baduy luar..


Wanita suku baduy luar sedang menenum..biasanya kain hasil tenun dijual kepada pengunjung...
(Ps: Dibeli mas...dibeli mbak....)

Seperti lagunya  ninja Hatori.."mendaki gunung..lewati lembah..sungai mengalir indah ke Samudera...."
 Hhhmm..ni masih kawasan baduy luar lho guyss...lihat kan medannya udah naik-turun begini..

Siap - siap nanjak yaa....
(Ps : sebenarnya saya dan teman-teman tidak ada persiapan sama sekali, enggak olahraga, cuman modal seadanya, kami kira suku baduy masih di pinggiran kota jadi gak bakal capek-capek amat...ternyata ooh ternyata....

Lihat tuh Hani aja sepatunya sampe jebol..akhirnya nyekermen...udah kayak suku baduy blum?
(Ps : kebanyakan suku baduy dalam tidak menggunakan alas kaki dan kalau diperhatikan kaki akang-akang baduy lebar-lebar lho..*salah fokus)

Kiri ke kanan : Fida, Elzha, Akang baduy, Jihan, Hani
hhmm kayaknya ada yang ketinggalan nih..?

Nah selain medan tanah liat dan batuan naik-turun..kami juga harus melintasi banyak aliran sungai. Tapi sungai-sungai di sini masih bersih dan alami lho..yang unik adalah jembatan baduy ini..
Hampir semua jembatan baduy terbuat dari bambu dan uniknya bambu-bambu ini disusun dan disatukan tanpa paku..mereka hanya mengandalkan teknik tali temali. Tapi jangan khawatir, ikatan tali jembatan ini sangat kuat.

Sayang gambarnya kurang jelas. Kalau kalian lihat secara langsung pasti kalian akan kagum..karena jembatan kayu tadi digantung antara dua pohon yang berseberangan. Kalau dilihat di atas, banyak tali-tali dan kerangka kayu untuk menopang jembatan.

Ini dia yang ketinggalan...Riska a.k.a timeh dengan porter setianya..haaha


Hampir semua tanjakannya kayak gini..tapi ada yang lebih paraahh... :(
Fighting !!!

Tapi semua rasa lelah itu terbayar dengan pemandangan ini...iyaa yang kayak gini..dan pemandangan-pemandangan indah itu gak berhenti cuman disni..jadi lanjut jalan lagi ya mas bro...
Lihat tuh ibu-ibu baduy aja kuat..masak yang masih muda kalah..
Suku baduy memang sangat mengandalkan alamnya untuk hidup. Oleh karena itu, banyak warga baduy yang bercocok tanam. Tapi, karena area baduy yang terletak diperbukitan, membuat metode tanam mereka unik..para petani baduy menanam padi dan umbi-umbian di lereng-lereng bukit yang terkadang sangat miring dan curam..gak kebanyakan kan bagaimana susahnya...*udah gak usah dibayangin..ckck

Ini dia salah satu hasil pertanian masyarakat baduy..biasanya hasil panen akan disimpan di lumbung padi, sebagai cadangan pangan saat musim kemarau dan upacara adat.

Abaikan wajah-wajah lelah kami...
(Ps: Hayati istirahat dulu ya bang....wkwkkw)


Perjalanan menuju suku baduy dalam masih berlanjut..next on Eksotisme Baduy Part 2.

Senin, 04 April 2016

FIGHTING !!!

0


Up and down..yeeeaaah..it is life…But why we need to worry? We can change our life and believe everything will be OK. God will help you, to make your life be better. The thing that you must to do is, effort, pray, and a little luck, for the rest just let God make it happen. In sha allah..nothing impossible, for Allah to make it happen.
So, never give to make your dream come true, to make your life a better place.
This is a little reminder for myself, maybe my dream is too big and very difficult to catch it. I have dream to get scholarship for study Master in Holland. Can I get it?




It is not easy to get scholarship, first of all, I have to reach minimum 6.5 score for IELTS. I’m on my way and still processing to reach that goal with target 7 score. I’m not sure from where I have to start it, it has been 3 years after my graduation and I am lost contact with my lecturer. Besides that, my experience in social working or something activity about contribution to my country is very lack. I’m lacking of knowledge. Motivation, hhhmm..this is the hardest part that I must undergo, it is very difficult to motivate our self to keep on track and discipline to reach the target.
God my Allah, please help me to through this. Please open my mind and my heart to do this, I’m really really want my dream come true..





luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com